Kiat Berkah Pernikahan
Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.
Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.
Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.
Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?
1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)
Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.
Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)
Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera.
2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)
Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.
Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.
3. Sikap toleran (Tasamuh)
Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian, dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. Albaqarah:187), maka suami/isteri harus mampu mem-percantik penampilan, artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building); dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada.
Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang, karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri, begitu sebaliknya; dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri, begitu sebaliknya; sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada.
Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat, sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi, tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan.
4. Komunikasi (Musyawarah)
Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.
Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah, saat bersama belajar, saat bersama makan malam, saat bersama liburan (rihlah), dan saat-saat lain dalam interaksi keseharian, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat, telephone, email, dsb.
Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS.As-Shaaffaat:102, yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu, Ia menjawab; Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak, Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan, adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah, adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah, dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah; sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.
5. Sabar dan Syukur
Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan, permintaan anak yang berlebihan, pendidikan dan pergaulan anak, dan sebagainya. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati, bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga.
Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh, maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”, dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya, adalah dia yang harus kita terima secara utuh, begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan, sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan.
Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya.
Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain, adalah modal mahal dalam meraih keberkahan; begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya, adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan.
Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan, bukan semangat “menuntut” kebaikan, sehingga akan terjadi surplus kebaikan. Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah, sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7).
Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah, harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang, maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a:
Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i.
Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat.
Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan, sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. Al-Furqon:74; QS. Ash-Shaafaat:100 ; QS.Al-Imran:38; QS. Maryam: 5-6; dan QS. Ibrahim:40). Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun), yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba), ruhaniyah yang baik (sholih), diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi), dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat).
Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak, agar mereka memiliki muwashofaat tersebut, disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik, lingkungan yang sehat, makanan yang halal dan baik (thoyyib), fasilitas yang memadai, keteladanan dalam keseharian, dsb; hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut.
6. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)
Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani & Tirmidzi)
Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah.
Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal, akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana, sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban, kedamain, dan cinta kasih.
Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah, sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi, segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah), bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Namun bila muncul marah karena sebab orang lain, berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af, karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Ingatlah, bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami, segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi.
7. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)
Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra’du:28. “Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang”. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu).
Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah), sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama, seperti : tilawah, shalat tahajjud, shaum, infaq, do’a, ma’tsurat, dll. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga, dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ath-Thalaaq: 2-3.
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.”
Wujud indahnya keberkahan keluarga
Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang (muthma’innah), fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.
Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah, yaitu : (1) Isteri yang sholihah, (2) Rumah yang luas, (3) Kendaraan yang nyaman, dan (4) Tetangga yang baik.
Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki, misalnya di saat-saat rihlah, safar, silaturahmi, atau menempati rumah dan kendaraan dinas. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan, karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan.
Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat, dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Imran : 185
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga; sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya:
“Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS, Az-Zukhruf:70)
“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Ath-Thuur:21).
Inilah keberkahan yang hakiki.
Tetap Bangun Pagi Saat Libur Agar Tubuh Tak Lemas
Saat berlibur adalah identik dengan waktunya bermalas-malasan. Tapi agar tubuh selalu sehat, sebaiknya tetaplah aktif meski sedang di akhir pekan. Tetap bangun pagi saat sedang libur akan membuat tubuh tidak lemas.
Ungkapan 'early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise' (tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat lebih sehat, kaya dan bijaksana) masih cocok diterapkan saat libur. Selain baik untuk kesehatan, bangun lebih pagi juga membuat orang lebih siap untuk menghadapi rutinitas di pagi hari.
Tetap melakukan aktivitas saat akhir pekan bisa meningkatkan status kesehatan dan juga kebugaran seseorang. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh tetap aktif, seperti dikutip dari Lifemojo, Sabtu (18/6/2011) yaitu:
1. Bangun pagi seperti biasa
Jangan menghabiskan waktu hanya dengan bermalas-malasan di tempat tidur, karena akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak memiliki energi untuk melakukan hal lain sepanjang hari. Ini tidak berarti harus bangun jam 5 pagi, tapi bisa menambahkan waktu tidur sekitar 1-2 jam dibandingkan hari biasa.
Bangun pagi hari sebelum matahari tinggi dapat membuat pikiran Anda lebih segar dan bisa mengurangi stres. Kondisi ini membuat tubuh lebih sehat, serta membuat penampilan lebih terlihat cantik dan menarik.
2. Jangan menghabiskan waktu dengan menonton televisi
Terlalu banyak menonton televisi akan membuat tubuh semakin lemas. Kondisi ini nantinya akan membuat seseorang menonton televisi di sofa sambil mengemil makanan yang tidak sehat sehingga bisa memicu terjadinya obesitas.
3. Berjalan di pagi hari
Cara terbaik untuk menyingkirkan rasa kantuk di pagi hari adalah dengan berjalan-jalan santai, setelah selesai tubuh akan merasa lebih bersemangat. Dengan bangun pagi, orang juga memiliki waktu lebih untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, latihan pernapasan, bersepeda, berenang, jogging dan olahraga ringan lainnya.
Olahraga pagi dapat membantu untuk mencapai dan menjaga kesehatan yang baik dan menjaga pikiran menyenangkan dengan mengurangi rasa sakit dan stres. Pikiran yang sehat dan menyenangkan dapat membuat Anda berpikir positif yang pada gilirannya membuat hidup bahagia. Dengan tetap berolahraga saat akhir pekan akan membantu mencapai tubuh yang sehat dan bugar menjadi lebih cepat.
4. Luangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga
Pastikan untuk tidak membawa pekerjaan diakhir pekan, sehingga bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang bersama keluarga dan teman. Berkumpul dengan orang-orang terdekat bisa mengurangi kadar hormon stres dan memperbaiki suasana hati.
Ungkapan 'early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise' (tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat lebih sehat, kaya dan bijaksana) masih cocok diterapkan saat libur. Selain baik untuk kesehatan, bangun lebih pagi juga membuat orang lebih siap untuk menghadapi rutinitas di pagi hari.
Tetap melakukan aktivitas saat akhir pekan bisa meningkatkan status kesehatan dan juga kebugaran seseorang. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh tetap aktif, seperti dikutip dari Lifemojo, Sabtu (18/6/2011) yaitu:
1. Bangun pagi seperti biasa
Jangan menghabiskan waktu hanya dengan bermalas-malasan di tempat tidur, karena akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak memiliki energi untuk melakukan hal lain sepanjang hari. Ini tidak berarti harus bangun jam 5 pagi, tapi bisa menambahkan waktu tidur sekitar 1-2 jam dibandingkan hari biasa.
Bangun pagi hari sebelum matahari tinggi dapat membuat pikiran Anda lebih segar dan bisa mengurangi stres. Kondisi ini membuat tubuh lebih sehat, serta membuat penampilan lebih terlihat cantik dan menarik.
2. Jangan menghabiskan waktu dengan menonton televisi
Terlalu banyak menonton televisi akan membuat tubuh semakin lemas. Kondisi ini nantinya akan membuat seseorang menonton televisi di sofa sambil mengemil makanan yang tidak sehat sehingga bisa memicu terjadinya obesitas.
3. Berjalan di pagi hari
Cara terbaik untuk menyingkirkan rasa kantuk di pagi hari adalah dengan berjalan-jalan santai, setelah selesai tubuh akan merasa lebih bersemangat. Dengan bangun pagi, orang juga memiliki waktu lebih untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, latihan pernapasan, bersepeda, berenang, jogging dan olahraga ringan lainnya.
Olahraga pagi dapat membantu untuk mencapai dan menjaga kesehatan yang baik dan menjaga pikiran menyenangkan dengan mengurangi rasa sakit dan stres. Pikiran yang sehat dan menyenangkan dapat membuat Anda berpikir positif yang pada gilirannya membuat hidup bahagia. Dengan tetap berolahraga saat akhir pekan akan membantu mencapai tubuh yang sehat dan bugar menjadi lebih cepat.
4. Luangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga
Pastikan untuk tidak membawa pekerjaan diakhir pekan, sehingga bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang bersama keluarga dan teman. Berkumpul dengan orang-orang terdekat bisa mengurangi kadar hormon stres dan memperbaiki suasana hati.
Usia Emas Sehatnya Manusia Ada di Umur 45 Tahun
Kesehatan merupakan salah satu hal penting yang harus dijaga oleh seseorang agar terhindar dari penyakit. Ternyata survei menemukan bahwa 45 tahun adalah usia emas untuk kesehatan.
Para ahli mengungkapkan bahwa usia 45 tahun adalah saat yang tepat bagi seseorang untuk memperhatikan kondisi tubuhnya dengan melaksanakan olahraga secara teratur serta memperhatikan ukuran lingkar pinggang yang berkembang.
Bagi sebagian besar orang mendekati dekade kelima kehidupannya adalah saatnya mencoba memperlambat perjalanan waktu dengan melakukan segala cara untuk mengurangi risiko penyakit sebanyak mungkin.
Hal ini disebabkan pada usia 45 tahun sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang menurun, seperti mulai menderita nyeri sendi, memiliki tekanan darah tinggi, mengalami sesak napas, serta peningkatan terhadap risiko penyakit jantung, stroke dan dementia.
Hal-hal yang perlu dilakukan seperti menghindari makanan olahan, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur sesuai dengan yang direkomendasikan, mulai berhenti merokok, serta mengurangi asupan makanan yang memiliki lemak dan kandungan garam tinggi.
Kondisi ini yang menyebabkan usia 45 tahun dianggap sebagai usia emas bagi kesehatan, karena pada usia tersebut sebaiknya seseorang mulai memperhatikan kondisi tubuh dan mengubah pola hidupnya.
"Saat muda, penyakit jangka panjang seperti jantung dan stroke terlihat jauh, tapi begitu seseorang memasuki usia 40-an tahun maka masalah kesehatan ini menjadi terlihat lebih nyata," ujar Dr Maria Shelby yang terlibat dalam survei, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (18/6/2011).
Meski begitu bukan berarti pola hidup sehat baru boleh dilakukan jika seseorang sudah menginjak usia 45 tahun, tapi pada usia tersebut seseorang harus menaruh perhatian lebih terhadap kondisi kesehatannya.
Para ahli mengungkapkan bahwa usia 45 tahun adalah saat yang tepat bagi seseorang untuk memperhatikan kondisi tubuhnya dengan melaksanakan olahraga secara teratur serta memperhatikan ukuran lingkar pinggang yang berkembang.
Bagi sebagian besar orang mendekati dekade kelima kehidupannya adalah saatnya mencoba memperlambat perjalanan waktu dengan melakukan segala cara untuk mengurangi risiko penyakit sebanyak mungkin.
Hal ini disebabkan pada usia 45 tahun sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang menurun, seperti mulai menderita nyeri sendi, memiliki tekanan darah tinggi, mengalami sesak napas, serta peningkatan terhadap risiko penyakit jantung, stroke dan dementia.
Hal-hal yang perlu dilakukan seperti menghindari makanan olahan, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur sesuai dengan yang direkomendasikan, mulai berhenti merokok, serta mengurangi asupan makanan yang memiliki lemak dan kandungan garam tinggi.
Kondisi ini yang menyebabkan usia 45 tahun dianggap sebagai usia emas bagi kesehatan, karena pada usia tersebut sebaiknya seseorang mulai memperhatikan kondisi tubuh dan mengubah pola hidupnya.
"Saat muda, penyakit jangka panjang seperti jantung dan stroke terlihat jauh, tapi begitu seseorang memasuki usia 40-an tahun maka masalah kesehatan ini menjadi terlihat lebih nyata," ujar Dr Maria Shelby yang terlibat dalam survei, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (18/6/2011).
Meski begitu bukan berarti pola hidup sehat baru boleh dilakukan jika seseorang sudah menginjak usia 45 tahun, tapi pada usia tersebut seseorang harus menaruh perhatian lebih terhadap kondisi kesehatannya.
Benarkah Makan di Atas Jam 7 Malam Bikin Gemuk?
Bagi orang yang tengah menjalankan program penurunan berat badan atau diet, seringkali disarankan untuk tidak makan di atas jam 7 malam karena diyakini bisa bikin gemuk. Benarkah kabar tersebut?
Salah satu hal yang harus diperhatikan agar tubuh tidak menjadi gemuk adalah mengatur keseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Jika energi yang masuk lebih besar daripada yang dikeluarkan maka secara otomatis berat badan akan meningkat.
Hingga saat ini belum ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa makan di atas jam 7 malam bisa menyebabkan kenaikan berat badan, selama keseimbangan energi tersebut dipertahankan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (18/6/2011).
Tapi umumnya ada beberapa perubahan perilaku dan biologis yang terjadi sehingga mengubah keseimbangan energi yang dimiliki seseorang. Salah satunya adalah pada malam hari seseorang cenderung memiliki aktivitas fisik lebih sedikit dibanding siang hari, sehingga membuat energi yang keluar menjadi sedikit.
Jika ia mengonsumsi makanan dari mikronutrient yang memiliki nilai kalori tinggi, maka kelebihan kalori ini akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Umumnya energi yang berasal dari karbohidrat dan protein sebesar 4 kalori/gram sedangkan lemak sebesar 9 kalori/gram.
Jika ingin makan di malam hari sebaiknya berilah waktu minimal 2-3 jam sebelum tidur, serta jangan mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori lebih besar daripada kalori yang dikeluarkan. Pada malam hari kalori yang dibakar cenderung lebih sedikit, jadi makanan yang dikonsumsi tidak sebanyak saat makan siang.
Jadi tidak bisa menjadikan jam 7 malam sebagai batas terakhir orang boleh makan, karena hal ini turut dipengaruhi oleh jam berapa orang tersebut akan tidur serta kecepatan metabolisme yang dimilikinya.
Pengeluaran energi sehari-hari berasal dari tingkat metabolisme yang dimiliki oleh orang tersebut meskipun ia sedang beristirahat (dipengaruhi oleh usia, berat badan dan jenis kelamin), jumlah energi yang dibutuhkan untuk mencerna dan menyerap makanan serta kegiatan fisik yang dilakukan.
Secara umum semakin malam tingkat metabolisme tubuh dalam mencerna makanan akan lebih lambat. Karenanya jika ia mengonsumsi makanan berat beberapa waktu menjelang tidur, maka secara otomatis makanan tersebut belum sepenuhnya dicerna dengan baik yang membuatnya cenderung mudah diubah menjadi lemak.
Salah satu hal yang harus diperhatikan agar tubuh tidak menjadi gemuk adalah mengatur keseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Jika energi yang masuk lebih besar daripada yang dikeluarkan maka secara otomatis berat badan akan meningkat.
Hingga saat ini belum ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa makan di atas jam 7 malam bisa menyebabkan kenaikan berat badan, selama keseimbangan energi tersebut dipertahankan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (18/6/2011).
Tapi umumnya ada beberapa perubahan perilaku dan biologis yang terjadi sehingga mengubah keseimbangan energi yang dimiliki seseorang. Salah satunya adalah pada malam hari seseorang cenderung memiliki aktivitas fisik lebih sedikit dibanding siang hari, sehingga membuat energi yang keluar menjadi sedikit.
Jika ia mengonsumsi makanan dari mikronutrient yang memiliki nilai kalori tinggi, maka kelebihan kalori ini akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Umumnya energi yang berasal dari karbohidrat dan protein sebesar 4 kalori/gram sedangkan lemak sebesar 9 kalori/gram.
Jika ingin makan di malam hari sebaiknya berilah waktu minimal 2-3 jam sebelum tidur, serta jangan mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori lebih besar daripada kalori yang dikeluarkan. Pada malam hari kalori yang dibakar cenderung lebih sedikit, jadi makanan yang dikonsumsi tidak sebanyak saat makan siang.
Jadi tidak bisa menjadikan jam 7 malam sebagai batas terakhir orang boleh makan, karena hal ini turut dipengaruhi oleh jam berapa orang tersebut akan tidur serta kecepatan metabolisme yang dimilikinya.
Pengeluaran energi sehari-hari berasal dari tingkat metabolisme yang dimiliki oleh orang tersebut meskipun ia sedang beristirahat (dipengaruhi oleh usia, berat badan dan jenis kelamin), jumlah energi yang dibutuhkan untuk mencerna dan menyerap makanan serta kegiatan fisik yang dilakukan.
Secara umum semakin malam tingkat metabolisme tubuh dalam mencerna makanan akan lebih lambat. Karenanya jika ia mengonsumsi makanan berat beberapa waktu menjelang tidur, maka secara otomatis makanan tersebut belum sepenuhnya dicerna dengan baik yang membuatnya cenderung mudah diubah menjadi lemak.
Bagaimana Menghitung Usia Kehamilan?
Terkadang masih banyak ditemukan ibu hamil yang bingung dan tidak tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang tengah dijalaninya. Untuk itu ketahui bagaimana cara menghitungnya.
Pada saat tertentu kadang perhitungan usia kehamilan ibu hamil dan dokter berbeda. Hal ini karena para dokter dan bidan akan mulai menghitung usia kehamilan dari hari pertama menstruasinya berakhir (last menstrual period/LMP). Meskipun tentu saja seorang perempuan belum hamil pada saat itu.
Perhitungan usia awal kehamilan sejak hari pertama menstruasi berakhir karena kebanyakan perempuan tidak tahu secara persis ketika mereka berovulasi, tapi kebanyakan tahu kapan masa menstruasinya berakhir, seperti dikutip dari Babycenter, Sabtu (18/6/2011).
Umumnya dokter akan menghitung masa kehamilan selama 280 hari untuk menentukan tanggal jatuh tempo atau kelahiran bayi yang dikandung. Jumlah tersebut setara dengan usia kehamilan 40 minggu. Tapi tanggal tersebut hanya perkiraan saja, dan hanya 5 persen bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan tersebut.
Sedangkan untuk trimester seringkali dianggap sebagai usia kehamilan pertiga bulan. Seseorang akan dikatakan berada di trimester kedua setelah hamil 14 minggu dan trimester ketiga setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu.
Biasanya seseorang lebih senang menyebut usia kehamilannya dalam bulan, dalam hal ini tidak tepat jika menghitung satu bulan sama dengan 4 minggu. Karenanya diambil rata-rata satu bulan selama 30 hari dan 1 minggu sama dengan 7 hari.
Dan umumnya usia kehamilan tidak persis 9 bulan, misalnya jika hari pertama ia terakhir menstruasi adalah 1 Januari maka tanggal jatuh temponya adalah 8 Oktober. Jadi perhitungannya seperti 9 bulan 1 minggu atau 10 hari, tapi ia bisa melahirkan sebelum atau sesudah tanggal tersebut.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan bahwa batas maksimal usia kehamilan adalah 42 minggu atau sekitar 294 hari. Jika sampai usia tersebut belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan, maka ibu hamil akan diinduksi untuk memberi rangsangan atau melahirkan secara cesar untuk mencegah adanya masalah pada bayi dan juga ibu hamil.
Dengan mengetahui usia kehamilan yang tengah dijalani, maka ibu yang hamil bisa tahu perkembangan dan pertumbuhan apa yang sedang dialami oleh si calon bayi. Serta bisa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan.
Pada saat tertentu kadang perhitungan usia kehamilan ibu hamil dan dokter berbeda. Hal ini karena para dokter dan bidan akan mulai menghitung usia kehamilan dari hari pertama menstruasinya berakhir (last menstrual period/LMP). Meskipun tentu saja seorang perempuan belum hamil pada saat itu.
Perhitungan usia awal kehamilan sejak hari pertama menstruasi berakhir karena kebanyakan perempuan tidak tahu secara persis ketika mereka berovulasi, tapi kebanyakan tahu kapan masa menstruasinya berakhir, seperti dikutip dari Babycenter, Sabtu (18/6/2011).
Umumnya dokter akan menghitung masa kehamilan selama 280 hari untuk menentukan tanggal jatuh tempo atau kelahiran bayi yang dikandung. Jumlah tersebut setara dengan usia kehamilan 40 minggu. Tapi tanggal tersebut hanya perkiraan saja, dan hanya 5 persen bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan tersebut.
Sedangkan untuk trimester seringkali dianggap sebagai usia kehamilan pertiga bulan. Seseorang akan dikatakan berada di trimester kedua setelah hamil 14 minggu dan trimester ketiga setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu.
Biasanya seseorang lebih senang menyebut usia kehamilannya dalam bulan, dalam hal ini tidak tepat jika menghitung satu bulan sama dengan 4 minggu. Karenanya diambil rata-rata satu bulan selama 30 hari dan 1 minggu sama dengan 7 hari.
Dan umumnya usia kehamilan tidak persis 9 bulan, misalnya jika hari pertama ia terakhir menstruasi adalah 1 Januari maka tanggal jatuh temponya adalah 8 Oktober. Jadi perhitungannya seperti 9 bulan 1 minggu atau 10 hari, tapi ia bisa melahirkan sebelum atau sesudah tanggal tersebut.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan bahwa batas maksimal usia kehamilan adalah 42 minggu atau sekitar 294 hari. Jika sampai usia tersebut belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan, maka ibu hamil akan diinduksi untuk memberi rangsangan atau melahirkan secara cesar untuk mencegah adanya masalah pada bayi dan juga ibu hamil.
Dengan mengetahui usia kehamilan yang tengah dijalani, maka ibu yang hamil bisa tahu perkembangan dan pertumbuhan apa yang sedang dialami oleh si calon bayi. Serta bisa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan.
Tracy Morgan
30 Rock aktor Tracy Morgan telah mengeluarkan permintaan maaf kepada penggemar dan komunitas gay dan lesbian untuk berteriak-teriak anti-gay selama akhir pekan manggung di Nashville's Ryman Auditorium.
"Saya ingin meminta maaf kepada penggemar saya dan komunitas gay dan lesbian untuk pilihan saya kata pada tindakan baru-baru ini saya berdiri di Nashville. Aku bukan orang yang penuh kebencian dan tidak merestui segala bentuk kekerasan terhadap orang lain, "kata Morgan dalam sebuah pernyataan. "Sementara Saya seorang banyol kesempatan yang sama, dan teman-teman saya tahu apa yang ada di hati saya, bahkan di sebuah klub komedi ini jelas pergi terlalu jauh dan tidak lucu dalam konteks apapun."
Nashville asli Kevin Rogers, yang rinci rekening acara di Facebook pertama menarik perhatian media, berbicara dengan EW hari sebelumnya dan mengatakan dia pergi ke acara mengharapkan malam komedi, tapi meninggalkan perasaan "seperti gagang lelucon" setelah 30 aktor Rock diluncurkan ke caciannya. "Saya bisa diajak bercanda, tapi aku benar-benar tidak mengharapkan kata-kata kasar seperti ini di tengah-tengah aksi komedi," kata Rogers EW melalui telepon.
Menurut akun Rogers ', Morgan memberitahu penonton "bahwa gay diperlukan untuk berhenti p menjadi-ies dan tidak mengeluh tentang sesuatu yang tidak penting" dan bahwa "jika anaknya yang gay dia lebih baik pulang dan berbicara padanya seperti seorang pria ... atau ia akan menarik keluar pisau dan tusukan yang sedikit demi sedikit sampai mati. "
Rogers mengatakan sebelum berteriak-teriak itu, humor Morgan (khusus komentar tentang menikmati ketika perempuan tersedak selama seks oral) telah membuktikan terlalu banyak bagi anggota banyak penonton. Tapi begitu Morgan diluncurkan ke komentarnya anti-gay, lebih mulai pergi. Rogers mengatakan dia tinggal untuk acara keseluruhan. "Aku harus berjuang sendiri. Aku tidak benar-benar menyerah mudah dan saya pikir ... kalau aku berdiri dan pergi, ia menang. Ini menunjukkan kepadanya, 'Hei, aku kepadamu. "Dia tidak bisa saya. Aku tidak marah, saya hanya disappointed.I pikir dia lebih cerdas dari itu, "katanya.
GLAAD mengeluarkan pernyataan hari ini menyerukan manajemen Morgan untuk "menyelidiki tuduhan ini dan harus mereka terbukti benar, kita memanggil dia untuk menghapus komentar keras anti-gay dari acara itu dan mengirim pesan kuat bahwa kekerasan anti-gay bukanlah sesuatu untuk lelucon tentang. "Beberapa jam kemudian, Morgan mengeluarkan permintaan maafnya.
Langganan:
Entri (Atom)
Entri Populer
-
K epuasan bercinta, atau bersetubuh tidak lakan epas dari gaya bercinta saat melakukan hubungan intim. Menguasai teknik sentuhan seksual dan...
-
Program Kesehatan Masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat ke...
-
BERCINTA merupakan aktivitas seksual yang paling menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu setiap pasangan. Tak heran bila hal itu sering memb...
-
Kini, dengan berbagai metode dan alat bantu yang digunakan, jenis pijat yang dikenal sudah beraneka ragam, mulai dari pijatan yang lembut sa...
-
BERCINTA dengan pasangan akan semakin terasa nikmat kala si dia lebih aktif dan agresif saat menghabiskan malam 'permainan liar'. Namun tak...
-
Sejak tanggal 21 Oktober 1999, bangsa Indonesia kembali menapaki sejarah baru, di bawah kepemimpinan duet baru, yaitu Presiden Abdurahman Wa...
-
Coba buka halaman mesin pencari Google hari ini. Anda akan melihat empat buah apel pada logo Google dan salah satunya menggantikan posisi hu...
-
Teknik SEO dibagi menjadi dua kategori : 1. Teknik yang merekomendasikan mesin pencari sebagai bagian dari desain yang baik disebut s...
-
Sejak tumbangnya rezim Orde Baru dan digantikan dengan gerakan reformasi, istilah Good Governance begitu popular. Hampir di setiap event ata...
